The UPDATE permission was denied on the object 't_visitor_counter', database 'web', schema 'dbo'. Pertamedika Website

Selamat Datang di PT Pertamina Bina Medika

Telepon : (021) 7219031 / (021) 7219299
   Email : info@pertamedika.co.id

10 Cara Menjaga Kesehatan Lambung Dan Usus Paling Efektif

21 Juni 2019

  1. Makan Secara Teratur

Membiasakan diri untuk selalu makan teratur Salah satu fungsi dari lambung adalah memproduksi asam lambung yang nantinya dipergunakan untuk mencerna makanan yang kita konsumsi dalam bentuk yang lebih kecil. jika asupan makanan dalam tubuh berkurang, maka asam tersebut nantinya akan dapat melukai organ produsennya yaitu lambung. Jika kita tidak makan secara teratur maka bisa terkena penyakit maag akut  yang ditandai dengan gejala maag kronis

  1. Membiasakan Mengunyah Makanan Lebih Lama

Apabila lambung bekerja terlalu berat dalam proses mencerna makanan yang kita konsumsi maka dapat menyebabkan dinding organ tersebut terlalu sering bergesekan. Akibatnya maka bagian dinding lambung bisa terluka. Untuk mencegah hal tersebut, agar kita lebih lama pada saat mengunyah makanan. Biarkan hingga tekstur makanan yang nantinya diserap tubuh menjadi lebih lembut. Selain itu, dengan mengunyah makanan lebih lama maka makanan tersebut akan dapat dinetralkan oleh air liur kita, sehingga nantinya tidak akan berdampak pada peningkatan asam lambung pada saat makanan tersebut dicerna oleh lambung. Makan terlalu cepat juga bisa menyebabkan sering bersendawa dan cegukan terus menerus.

  1. Memperbanyak Konsumsi Makanan Berserat

Mengkonsumsi makanan yang kaya serat alami akan sangat membantu tubuh dalam mempertahankan kesehatan organ lambung dan usus. Ada banyak produk makanan yang lengkap dengan kandungan serat yang sangat tinggi. Semua jenis makanan ini bisa dikonsumsi setiap hari baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.Makanan berserat dapat membantu gerakan usus serta melancarkan pengeluaran sisa pencernakan, yaitu dalam bentuk feses. Kebiasaan ini akan melindungi tubuh dari penyakit wasir, sembelit, tukak lambung, kanker usus dan semua kondisi karena akibat kurang serat bagi tubuh.

  1. Mengurangi Makanan yang Terlalu Pedas, Asam, dan Manis

Mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas, asam, dan terlalu banyak mengandung gula dapat beresiko meningkatnya produksi asam lambung. Sehingga hal tersebut dapat mengakibatkan empedu bekerja lebih keras. Selain itu juga dapat memicu pertumbuhan bakteri jahat yang ada dalam usus. Untuk itu, sebaiknya mulailah untuk mengurangi makanan yang terlalu pedas, asam, maupun terlalu manis agar kesehatan lambung dan usus Anda tetap terjaga. 

  1. Perbanyak Asupan Cairan untuk Tubuh

Cukupnya cairan dalam tubuh kita akan sangat membantu dalam proses pencernakan. Air dapat membantu menghilangkan racun-racun berbahaya dalam tubuh. Selain itu, air juga berfungsi untuk melarutkan nutrisi-nutrisi yang diserap tubuh seperti vitamin, mineral, dan nutrisi penting lainnya agar nantinya mudah diserap oleh tinja. Hal tersebut tentu saja akan sangat membantu Anda untuk mengatasi gangguan sembelit. Bahkan efek kekurangan air putih bagi tubuh juga ternyata sangat fatal.  Kita bisa mendapatkan asupan cairan dengan cara mengkonsumsi air putih maupun minuman lainnya yang rendah kafein, maupun dengan mengkonsumsi cairan yang berasal dari sari buah maupun sayuran.

  1. Hindari Konsumsi Minuman Mengandung Kafein, Alkohol, dan Soda

Kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein tinggi ternyata bisa menyebabkan bahaya kafein bagi tubuh. Meskipun mengkonsumsi kafein memang sudah menjadi bagian dari gaya hidup tapi memang harus diperhatikan. Produk yang mengandung kafein, alkohol, maupun soda, hal tersebut akan dapat memicu ketidaknyamanan pada organ lambung yang pada akhirnya akan mengakibatkan refluk pada organ tersebut. Tidak hanya kafein sebab ternyata ada juga dampak bahaya alkohol bagi kesehatan. Sementara bahaya minuman bersoda bagi kesehatan bisa menyebabkan komplikasi kesehatan yang sangat buruk. Jadi lebih baik jika Anda terbiasa minum air putih .

  1. Hindarkan Diri dari Stress

Kondisi stress bisa berpengaruh pada kesehatan organ pencernaan . Stress yang dialami seseorang akan dapat menimbulkan peradangan pada usus dan pada akhirnya akan menyebabkan terganggunya fungsi saraf parasimpatis yang merupakan saraf yang berfungsi untuk mengontrol gerakan pada usus. Apabila seseorang sedang dalam kondisi stress, maka hal tersebut bisa berdampak antara lain adalah berkurangnya aliran darah ke dalam perut, berkurangnya jumlah produksi enzim pencernakan, serta dapat menimbulkan beberapa masalah sistem pencernakan seperti kembung, sembelit, maupun timbulnya rasa mulas. 

  1. Rutin Berolahraga

Selain kondisi stress, obesitas juga memiliki peranan penting terhadap kesehatan sistem pencernaan kita. Hubungan antara kondisi obesitas, kurangnya berolahraga, dan beberapa kondisi sistem pencernakan seperti diare, nyeri perut, maupun terjadinya gangguan iritasi yang dialami oleh usus besar. Untuk itulah, maka mereka sangat menyarankan agar kita rutin dalam melakukan latihan gerak tubuh atau berolahraga. Berbagai gerakan akan benar-benar sangat membantu dalam upaya mengurangi berbagai jenis gangguan pencernaan. Selain itu, dengan melakukan olah raga secara rutin dan teratur akan membuat tubuh lebih bugar, meningkatkan mood, serta menghindarkan diri dari stress. 

  1. Menghindari Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji merupakan salah satu jenis makanan yang sangat berbahaya bagi sistem pencernakan khususnya lambung dan usus. Hal tersebut dikarenakan dalam olahan makanan tersebut mengandung tidak sedikit bahan tambahan seperti pengawet maupun MSG. Dan bagi mereka yang sedang mengalami masalah dengan sistem pencernaannya harus menghindari jenis makanan ini. Dampak bahaya makanan cepat saji bagi kesehatan biasanya muncul dalam waktu yang lama sebagai akumulasi kebiasaan makan yang buruk.

  1. Atur Porsi Makan

Tubuh kita memiliki berbagai macam jenis enzim yang sangat membantu dalam proses pencernaan makanan. Apabila jumlah makanan yang kita konsumsi terlalu berlebihan, maka tubuh akan bekerja lebih keras untuk memproduksi enzim-enzim tersebut guna proses mencerna makanan. Kondisi seperti ini akan dapat mengakibatkan gangguan terhadap sistem pencernakan sepertu mulas, perut terasa begah, dan beberapa kondisi lainnya. Semua nutrisi dari makanan yang kita makan tentunya akan diserap oleh tubuh melalui sistem pencernaan.